🍹 Banjir Terjadi Di Daerah Jakarta Yang Dialiri Sungai Ciliwung

Erosidi daerah ommelanden yang semakin banyak membawa endapan lumpur di Sungai Ciliwung masuk ke dalam kota dan menyebabkan pekerjaan pembersihan kanal-kanal tidak kunjung selesai, bahkan memakan korban para pekerja itu sendiri. Akhirnya pada 1780-an kegiatan ini dihentikan (Blussé 1988: 42). Para penggali ini dikenal dengan sebutan Jakarta- Erosi di hulu Sungai Ciliwung di kawasan Bogor, Jawa Barat membuat dampak banjir yang terjadi di wilayah Jakarta semakin parah. "Erosi di hulu sangat parah, bisa terlihat dari lumpur yang masuk ke rumah warga sangat tebal," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Bambang Musyawardana di Jakarta, Jumat (21/11 banjirterjadi di daerah Jakarta yang dialiri sungai Ciliwung, banjir yang terjadi di daerah Jakarta, tersebut disebabkan debit air Ciliwung meningkat, terjadi pendangkalan dan banyak sampah dialiran sungai Ciliwung, Lahan disekitar Ciliwung sebagian besar kedap air. Kondisi ini dalam geografi termasuk pendekatan? berikan alasannya! Banjirdi Jakarta sesungguhnya bukanlah masalah baru, karena banjir di Jakarta sudah terjadi sejak masa kolonial Belanda, yakni pada tahun 16211. Dari segi geografis, empat puluh persen atau sekitar 24.000 hektare dari seluruh wilayah DKI Jakarta adalah dataran yang letaknya lebih rendah dari permukaan laut. Dataran yang rendah ini dialiri oleh Lalu hingga data terbaru diumumkan pada pukul 12.00 WIB, BPBD DKI Jakarta mengumumkan bahwa sedikitnya masih 30 RT terendam banjir akibat luapan Sungai Ciliwung. Sejumlah wilayah yang masih terendam banjir dari Ciliwung di antaranya Kelurahan Balekambang, Kampung Melayu, Cawang, Cililitan, Bidara Cina, dan Cipulir. Padaawal tahun 1996, Jakarta kembali dilanda banjir besar. Hampir seluruh wilayah terendam, dan ibukotanya seperti danau yang digenangi air. Akibat banjir di Sungai ciliwung, puluhan ribu rumah terendam banjir. Banjir ini disebut banjir terparah sejak tahun 1985. Diukur dari perspektif banjir, korban jiwa, kerusakan dan kerugian. Banjirdi Jakarta. Banjir di Jakarta terjadi di pantai barat laut Jawa, di muara Sungai Ciliwung di Teluk Jakarta, yang merupakan sebuah inlet dari Laut Jawa dan telah terjadi pada tahun , 1979, 1996, 2002, 2007, 2013, 2015, 2018, dan 2020. Banjirdi daerah Jakarta yang diakibatkan oleh rusaknya DAS Ciliwung bagian hulu dapat diatasi dengan mempertemukan antara pemerintah Kabupaten dan Kota Bogar, Kota Depok, Kota Bekasi, dan DKI Jakarta. Hal ini disebabkan aliran sungai Ciliwung melewati beberapa daerah tersebut. Karena mencakup beberapa wilayah, maka pendekatan yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pendekatan kompleks wilayah {regional). Jadi, jawaban yang tepat adalah D. ti0f. Manggarai sejak pukul WIB sudah bersih, sementara yang di BKB pukul WIBJakarta ANTARA - Dinas Lingkungan Hidup LH DKI Jakarta menyatakan aliran Sungai Ciliwung di Jakarta mulai dari Kampung Melayu, Pintu Air Manggarai, hingga aliran Banjir Kanal Barat BKB sudah bersih dari sampah hujan dan banjir. "Secara keseluruhan sudah kondusif bersih, untuk di Manggarai sejak pukul WIB sudah bersih, sementara yang di BKB pukul WIB," ucap Humas Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Yogi Ikhwan di Jakarta, Selasa. Untuk membersihkan sampah imbas dari hujan deras yang terjadi pada Senin 21/9 siang hingga malam termasuk di kawasan hulu sehingga debit air di Katulampa terpantau sempat Siaga I, Dinas LH membersihkan sampah di tiga titik yakni Pintu Air Manggarai Jakarta Pusat, Banjir Kanal Barat Season City Jakarta Barat dan Jembatan Kampung Melayu Jakarta Timur. Di Pintu Air Manggarai, diturunkan petugas sebanyak 200 orang gabungan Dinas LH dan Sumber Daya Air dengan jumlah armada truk besar-kecil yang diturunkan sebanyak 52 unit 32 LH dan 20 SDA serta tiga unit alat berat yang berhasil mengangkut total sampah sebanyak meter kubik. Baca juga Hampir petugas SDA Jakpus bersihkan saluran air Di Banjir Kanal Barat Season City Jakarta Barat, diturunkan 10 orang petugas dengan menggunakan 12 unit armada truk besar-kecil serta dua unit alat berat yang berhasil mengangkut total sampah sebanyak 474 meter kubik. Adapun di Kali Ciliwung Jembatan Kampung Melayu, Jakarta Timur, diturunkan 10 orang petugas dengan lima unit truk besar-kecil serta dua unit alat berat. Namun tidak ada sampah yang diangkut dari lokasi ini karena situasi kondusif. Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD DKI Jakarta melaporkan sebanyak 22 wilayah RT di wilayah Jakarta Barat terendam banjir dengan ketinggian bervariasi 30-80 sentimeter. "Situasi ini terjadi sejak Senin 21/9 malam hingga Selasa pagi pukul WIB," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Pusdatin Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD DKI Jakarta, Mohamad Insaf di Jakarta, Selasa pagi. Baca juga meter kubik sampah diangkat dari Pintu Air Manggarai Sementara sebanyak 15 jiwa pengungsi akibat banjir saat ini ditampung di Mushola Riyadhul Saadah, Kembangan Utara, Jakarta Barat. Dilansir melalui keterangan tertulis BPBD DKI berikut ini 22 wilayah RT yang terendam banjir 1. Kelurahan Sukabumi Utara, 7 RT Ketinggian air 30 s/d 80 cm, akibat curah hujan tinggi. 2. Kelurahan Sukabumi Selatan, 3 RT Ketinggian air 120 s/d 130 cm, akibat curah hujan tinggi. 3. Kelurahan Palmerah, 1 RT Ketinggian air 30 cm, akibat curah hujan tinggi. 4. Kelurahan Rawa Buaya, 3 RT Ketinggian air 20 s/d 50 cm, akibat curah hujan tinggi. 5. Kelurahan Duri Kepa Utara, 1 RT Ketinggian air 20 cm, akibat curah hujan tinggi. Baca juga Banjir di Jakarta Barat, 14 RT masih tergenang 6. Kelurahan Kembangan Utara, 1 RT Ketinggian air 80 cm, akibat curah hujan tinggi. 7. Kelurahan Tanjung Duren Utara, 1 RT Ketinggian air 20 cm, akibat curah hujan tinggi. 8. Kelurahan Petamburan, 1 RT Ketinggian air 20 cm, akibat curah hujan tinggi. 9. Kelurahan Pejaten Timur 4 RT Ketinggian air 30 cm, akibat Kenaikan Kali Ciliwung. Baca juga KLHK ungkap alasan kesulitan rehabilitasi DAS Ciliwung dan CisadanePewarta Ricky PrayogaEditor Edy Sujatmiko COPYRIGHT © ANTARA 2020 JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprioritaskan penanganan enam lokasi rawan banjir di Sungai Ciliwung untuk mengatasi genangan yang kerap melanda Ibu Kota ketika curah hujan tinggi. "Enam lokasi prioritas penanganan yakni Kelurahan Cililitan dan Cawang di Kramat Jati, Kelurahan Rawajati dan Pengadegan di Pancoran, Kelurahan Kampung Melayu dan Bidara Cina di Jatinegara," kata Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin 8/5/2023. Heru menyatakan, prioritas penanganan dan lokasi titik rawan banjir di Sungai Ciliwung berdasarkan data dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane BBWSCC Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR yang kini sedang melakukan pembebasan lahan. Dia menambahkan, ada beberapa hal yang masih menjadi kendala dalam pembebasan lahan, yakni warga kehilangan surat tanah, sehingga diarahkan untuk membuat surat pengakuan hak SPH untuk kepemilikan tanah yang belum bersertifikat. Adapun warga yang terkena pembebasan tanah juga wajib melaporkan ke pihak kepolisian agar bisa segera diproses sesuai landasan hukum yang berlaku. "Ada lagi permasalahan luas di Pajak Bumi dan Bangunan PBB tetapi yang tercantum di lapangan lebih besar itu pun ada surat yang hilang," tambahnya. Untuk menangani hal itu, menurut Heru, pihaknya mendahulukan permasalahan yang lebih mudah terlebih dahulu dalam waktu dekat. Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air SDA Yusmada Faizal memastikan pihaknya akan terus bekerjasama dan berkoordinasi dengan Kantor Pertanahan Badan Pertanahan Nasional BPN dan BBWSCC. "Persoalan-persoalan tersebut tadi sudah disampaikan dan ini sedang berproses untuk diselesaikan," ujar Yusmada saat mendampingi Heru. Yusmada menyebutkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran sekitar Rp470 miliaran untuk penanganan pembebasan lahan. "Kita minta kalau persyaratan administrasi sudah terpenuhi ya kita bayar. Anggaran kan sudah siap sampai akhir tahun," tutupnya. Seorang warga RW 07 Kelurahan Rawajati, Pancoran bernama Sari menyatakan sejumlah warga telah menerima bayaran ganti rugi yang terbilang di atas Nilai Jual Objek Pajak NJOP yakni sekitar Rp8 juta hingga Rp10 juta per meter. "Total 62 bidang tanah terdiri dari 43 bidang sudah bersertifikat, satu tanah wakaf dan 18 non sertifikat," ujar Sari. Dia merinci, ada 42 rumah yang sudah bersertifikat dan sudah dibayar ganti ruginya. Kemudian, satu rumah bersertifikat dan 18 rumah belum bersertifikat yang sedang diperjuangkan mengenai ganti rugi pembebasan lahan. sumber Antara Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Air. Salah satu syarat demi terbentuknya sebuah kehidupan. Bumi layak ditinggali oleh manusia karena ada air. Suatu daerah layak menjadi tempat tinggal karena ada air. Pegunungan memiliki tempat yang cocok untuk berkemah juga karena air. Bahkan tubuh manusia, sekitar 55-75% terdiri dari air tergantung ukuran dan berat badan. Manusia dan hampir seluruh makhluk hidup lainnya memiliki ketergantungan terhadap air. Manusia membutuhkan air untuk minum, mandi, mencuci, memasak, dan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari lainnya. Bagaimana kondisi air yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup ini? Apakah eksistensi air di bumi akan terus ada atau adakah kemungkinan hilang? Bagaimana cara terbaik untuk mengkonservasi air?Sang Pencipta menciptakan air sebagai berkah untuk kesejahteraan manusia. Hakikat air adalah baik dan untuk kebaikan, namun belakangan ini sering kita jumpai bencana yang disebabkan oleh air. Beberapa permasalahan terkait air yang menjadi perhatian, antara lain banjir, berkurangnya pasokan air bersih, pencemaran sumber-sumber air, pendangkalan badan air, dan ini muncul sebagian karena faktor alam, seperti kondisi topografi dan geologi, serta iklim dan curah hujan. Namun permasalahan air lebih banyak disebabkan oleh faktor manusia yang tidak tepat dalam pemanfaatan dan pengelolaannya, sehingga dampak negatif yang dirasakan menjadi lebih besar dari yang mengenai konservasi air sejalan dengan hukum termodinamika dan kekekalan energi dimana energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, hanya berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Sama halnya dengan air di bumi adalah berpindah dari satu bentuk ke bentuk lainnya melalui siklus hidrologi. Air laut mengalami evaporasi menjadi uap air. Uap air tersebut menggumpal menjadi awan, dan terjadi kondensasi sehingga terbentuk massa hujan. Hujan atau presipitasi turun ke permukaan, masuk ke dalam tanah, ke sungai, ke danau, atau menggelontor begitu saja menjadi yang terserap ke dalam tanah infiltrasi dan terus masuk ke lapisan dalam akuifer perkolasi akan tersimpan sebagai air tanah dalam dan inilah yang biasanya menjadi sumber air di permukaan akan kembali mengalami evaporasi atau kembali ke laut dan siklus terus melihat siklus air yang demikian, dapat diterka bahwa hanya sedikit air di bumi yang dapat kita manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurut Simonds 2007, jenis air di bumi didominasi oleh air laut sebesar 97% dan hanya 3% air tawar. Dari air tawar yang sedikit itu, 69% tersimpan dalam bentuk glasier&es, dalam bentuk ground water, dan air yang ada di permukaan. Jumlah inilah yg digunakan oleh hampir seluruh manusia untuk aktivitasnya banjir, pencemaran air, intrusi air laut, dan kekeringan, sebagian besar disebabkan oleh pengelolaan air permukaan yang tidak terkendali sehingga timbul daerah kelimpahan air, daerah lainnya kekeringan sampai menimbulkan kebakaran contoh adalah kasus ibukota Jakarta yang hampir setiap tahun mengalami banjir. Sejarah mencatat bahwa banjir di Jakarta tidak hanya terjadi dalam kurun waktu 10-20 tahun terakhir dimana pembangunan dan pencemaran yang terus meningkat telah mengganggu siklus besar pertama Jakarta tercatat pada tahun 1621, lalu terjadi lagi tahun 1654, dan tahun tergolong daerah yang sangat potensial banjir. Karakter geologis di Jakarta didominasi oleh batuan yang kedap air, sehingga tanpa meluapnya rob air laut atau melimpahnya kiriman air permukaan dari Bogor, Jakarta tetap akan banjir jika curah hujan setempat Jakarta cenderung datar dengan rata-rata ketinggian 8 mdpl. Sebagian daerah, khususnya di bagian utara, ketinggian permukaannya lebih rendah dari tinggi muka air fisik ini, ditambah pembangunan yang tidak terkendali sehingga terjadi banyak alih fungsi lahan, menyebabkan dampak banjir di Jakarta menjadi semakin besar dan satu solusi mengelola sumber daya air termasuk masalah banjir agar sirkulasinya seimbang adalah dengan mengelola penampangnya, yakni DaerahAliran Sungai DAS.DAS adalah area atau kawasan dimana seluruh air hujan yang jatuh di kawasan tersebut akan mengalir ke satu sungai utama. Oleh karena itu pembagian kawasan dalam satu pulau bisa habis oleh pembagian DAS, misalnya DAS ciliwung, DAS citarum,dan yang dilalui oleh 13 sungai dan anak sungai termasuk ke dalam DAS berhulu di puncak gunung dan berhilir di muara sungai. Berdasarkan profilnya,DAS terbagi tiga menjadiupper stream, middle stream, dan down stream. Upper stream adalah area pegunungan yg konturnya berbukit dan karakteristiknya ideal untuk optimalisasi penangkapan air. Eksistensi hutan dengan pohon dan berbagai vegetasi lainnya baik untuk memperlambat laju air, selain mendukung pula untuk pencegahan erosi. Down stream adalah dataran rendah/flat, paling sesuai untuk permukiman dan pengembangan kota. Drainase yang baik akan mendukung sirkulasi air yg baik pula. Vegetasi-vegetasi di perkotaan dapat membantu tanah menyerap air. Middle stream adalah area pertengahan yg paling krusial, dsebut juga kawasan ekoton dimana karakter upper- bertemu dengan karakter down-. Penataan kawasan ekoton harus memperhatikan kepentingan dari kedua kawasan yang mengapitnya DAS di atas menjelaskan bahwa permasalahan terkait air di satu bagian tidak terlepas dari bagian lainnya. Cara mengatasi masalah banjir di Jakarta yang merupakan hilir Sungai Ciliwung down stream, juga harus memperhatikan daerah Puncak upper stream dan kota-kota yang dilaluinya middle stream. Alih fungsi lahan di daerah hulu dari fungsi hutan dan lahan pertanian ke bentuk urban dengan bangunan-bangunan dan perkerasan, telah menutupi daerah-daerah resapan air sehingga jumlah aliran permukaan run off meningkat, melebihi kapasitas daya tampung badan air sungai, danau, kanal, selokan, dan meluap sebagai banjir. Pendangkalan badan air akibat erosi dan terhambatnya aliran air oleh sampah industri dan rumah tangga juga menyebabkan dampak banjir semakin yang harus dilakukan adalah memasukkan kembali air ke dalam tanah. Dapat dilakukan dengan cara membuat sumur resapan, biopori, reboisasi, sampai rekayasa konstruksi tanah jika karakter tanah dan batuan rendah daya serap airnya, direkayasa dengan mengatur komposisi pasir-debu-liat yang ideal.Secara umum konservasi air dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui stormwater harvesting dan rainwater harvesting dilakukan dengan "menanam" air untuk "dipanen" pada adalah dengan menggunakan pond kolam, sumur resapan, biopori, embung, dan adalah menyimpan air tersebut untuk kemudian dipanen ketika musim kemarau. Selain dipanen, stormwater harvesting juga membuat tanah lebih gembur dan mencegah penurunan muka kedua adalah denganrainwater storing, yaitu menyimpan air hujan di dalam tangki-tangki untuk digunakan secara langsung untuk keperluan banyak yang harus disimpan? Rumusnya seperti bahasa Sunda ^^” V= yang disimpan adalah koefisien run-off dikali luas atap dikali intensitas curah storing ini dilakukan untuk mengurangi kebutuhan air dan tanpa filter, air hujan ini bisa digunakan untuk menyiram tanaman, mencuci mobil, flush, cooling tower,dan air selain banjir adalah intrusi air air tanah secara berlebihan akan menyebabkan meningkatnya intrusi air air laut adalah masuknya air laut ke darat, mengisi pori-pori tanah, sehingga air tanah menjadi ini sering terjadi di kota-kota pesisir, seperti Jakarta, Cirebon, dan Semarang. Pembuatan sumur artesis dan menyedot air secara berlebihan juga dapat menyebabkan air tanah menjadi payau. Air laut memiliki densitas dan konsentrasi yang lebih tinggi dibandingkan air tanah. Massa jenis air laut 1,025 gr/cm3, sedangkan air tawar 1 gr/ dari aspek fisik, air tanah yang memiliki densitas lebih ringan, posisinya berada diatas air laut. Terdapat pembatas bidang cembung diantara keduanya. Jika air tanah terus-menerus disedot, batas tersebut akan semakin naik mendekati permukaan. Hal ini dapat dianalisis pula dari aspek kimiawi, yakni saat air tanah dan air laut yang memiliki perbedaan konsentrasi bertemu maka akan membentuk suatu lapisan permeabel. Secara perlahan akan terjadi perpindahan massa/ion dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Ketika air tanah diambil, lapisan permeabel ini akan naik mendekati permukaan tanah, sehingga air tanah menjadi payau. Solusinya? Memperbanyak sumur resapan untuk menampung air hujan dan gunakanlah air secara hemat Jakarta mengalami kelimpahan air yang berdampak merugikan banjir, terdapat fenomena kontras di daerah lain yang mengalami kekurangan air dan juga berdampak merugikan kekeringan, misalnya Wonosari, Yogya. Karakter air di Jakarta adalah penuh di atas permukaan, namun kering di bawah. Sebaliknya di Wonosari penuh di bawah permukaan, namun kering di atas. Masyarakat Wonosari sulit memanfaatkan air karena letaknya jauh di lapisan bawah, padahal Wonosari memiliki lapisan akuifer yang besar. Karakter geologinya berupa batuan gamping yang bolong-bolong sehingga air hujan yang jatuh langsung tergelontor ke lapisan bawah membentuk sungai bawah tanah. Tanpa survei geologi, sulit untuk memanfaatkan air hanya dengan membuat sumur-sumur blind berlawanan dialami oleh Jakarta dimana tanah dan batuannya sudah terlampau jenuh hingga sulit untuk menyerap air. Drainase yang terhambat, seperti sungai sebagai drainase alami yang mengalami pendangkalan ataupun tercemar sampah industri dan rumah tangga, serta drainase buatan lainnya selokan, kanal yang juga banyak tercemar oleh sampah, ditambah curah hujan yang tinggi, menyebabkan tingkat run-off sangat tinggi hingga menimbulkan tanah jenuh ini tidak hanya dialami oleh kota Jakarta yang didominasi oleh bangunan, tetapi juga dapat terjadi di lahan pertanian yang didominasi oleh sistem penanaman jenuh, atau dikenal juga dengan istilah saturated land /tanah mutung’, adalah sebuah kondisi saat tanah tidak lagi memiliki unsur-unsur hara seperti kondisi awalnya dan kemampuannya dalam menyerap air semakin ini berdampak pada menurunnya kualitas tanah sebagai media tanam dan fungsi konservasi air. Faktor penyebab tanah menjadi jenuh bermacam-macam. Ada yang disebabkan oleh aktivitas fisik, seperti pembangunan dan pertambangan. Ada pula yang diakibatkan oleh aktivitas kimiawi karena unsur-unsur hara yang terus-menerus diambil, misalnya kegiatan pertanian yang monoton atau hutan solusi untuk mengatasi permasalahan tanah jenuh ini adalah dengan rekayasa unsur tanah, penghijauan, biopori, atau menggilir jenis tanaman pada lahan tanah melalui bera’ juga penting agar tanah memiliki waktu untuk mengembalikan unsur-unsur haranya yang satu pelajaran menarik dari Vietnam terkait masa bera. Vietnam membanjiri lahan pertanian padi dengan air sungai. Setelah panen, Vietnam mengistirahatkan tanahnya sebelum masuk ke musim tanam berikutnya. Namun ia tidak membiarkan lahan bera begitu saja. Lahan-lahan bera tersebut dialiri dengan air sungai yang ada di sekitarnya. Kandungan mineral yang terdapat di air sungai akan terbawa ke lahan sehingga pengembalian unsur hara ke dalam tanah akan berlangsung lebih suatu kesempatan seminar, dijelaskan bahwa mengelola keberlanjutan ruang terbuka biru RTB merupakan solusi yang lebih efektif dalam mengatasi banjir daripada ruang terbuka hijau RTH. Hal ini dikarenakan RTH lebih bersifat preventif dan membutuhkan periode jangka waktu yang cukup lama sampai manfaatnya dapat dirasakan, sedangkan RTB yang merupakan badan-badan air, seperti danau, sungai, dan waduk langsung menampung air dan menahan air agar tidak lantas meluap atau tergelontor begitu saja ke tempat yang lebih fungsi penting RTB, antara lain1. menampung air,2. menurunkan suhu iklim mikro,3. habitat wildlife dan berbagai tumbuhan,4. sarana rekreasi cuma-cuma bagi warga ini bukan berarti RTB menjadi lebih penting daripada RTH, meskipun untuk tindakan responsif banjir RTB dinilai lebih efektif. Keberadaan RTH dan RTB sama-sama penting karena keduanya saling mendukung untuk konservasi air. Pemerintah kota dapat menghitung luas badan air sebagai RTB yang dibutuhkan perkotaan berdasarkan jumlah penduduk yang ada di kota tersebut. Konservasi air di perkotaan juga harus dilihat dari aspek keberlanjutan, baik itu ekologi, ekonomi, maupun sosial. Oleh karena itu, keseimbangan dalam pembangunan dan penegakkan hukum dan aturan sangatlah penting. Kita semua tentu berharap bahwa kebijakan-kebijakan yang telah dibuat dapat diterapkan secara tepat. Pengelolaan sumber daya alam dan energi vital sudah jelas aturannya dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 3. Peraturan tentang luasan RTH ada dalam UU No. 26 Tahun 2007. Pengelolaan sumber daya air ada dalam UU No. 7 Tahun 2004. Hampir semua kebijakan yang kita butuhkan telah tertuang dalam aturan di negeri ini, namun rendahnya law enforcement tentu menjadi permasalahan tersendiri yang butuh pembahasan khusus secara lebih yang dapat kita lakukan? Paling mudah adalah memulainya dari diri sendiri dan lingkungan terdekat. Tidak membuang sampah ke badan air sungai, selokan, danau, menggunakan air secara hemat sesuai dengan kebutuhan, dan menanam pohon atau membuat lubang-lubang biopori di halaman rumah adalah langkah kecil yang dapat dilakukan oleh setiap individu. Jika kita menghitung kebutuhan air bersih per orang berdasarkan standar PU adalah sebesar 120 liter/hari, artinya kita bergantung pada ketersediaan sumber air bersih sebanyak 840 liter seminggu atau liter sebulan. Jika air bersih semakin sedikit ketersediaannya, maka air akan menjadi benda ekonomi yang semakin berharga untuk diperjualbelikan. Berapakah biaya yang harus kita keluarkan untuk memenuhi kebutuhan kita akan air? Asumsi jika kita harus membeli air seharga dengan air mineral dalam kemasan yakni Rp 4000/liter, artinya setiap orang harus mengeluarkan Rp atau Rp berharganya air. Itulah mengapa setiap individu memiliki kewajiban untuk menjaga air dan sumber-sumber air. Bukan untuk orang lain, melainkan untuk diri sendiri, keluarga, dan orang-orang terdekat yang kita miliki. Lihat Nature Selengkapnya

banjir terjadi di daerah jakarta yang dialiri sungai ciliwung